Jumat, 05 Oktober 2012

who knows?

siapa yang tau aku akhirnya disini? sama sekali nggak pernah kepikiran buat ningggalin kota sempit bising berpolusi macam surabaya nggak pernah ngebayangin akirnya aku nggak tinggal rumah dengan sofa ungu tua serta bau pinus yag mencolok ini namanya jalan. jelas kalo semua orang pengen sukse, tapi ya itu jalannya beda-beda Allah nyuruh aku masuk sini. ibaratnya Allah itu bilang "mau sukses cik?lewat sini dulu ya" STIS baru tahu ada sekolah kedinasan tentang statistik tuh ya ini. baru tahu sekolah ini seminggu sebelum USM. dan waktu dihadapkan pada pilihan antara ITS dan STIS jujur aja hati lebih milih ITS emang siapa sih yang mau jadi orang baru yang nggak tau apa-apa di kota jakarta? aku juga gak pernah kepikiran kalo akhirnya jadi anak kosan yang tiap hari ke kampus jalan. di surabaya?kemana-kemana naik motor. surabaya nggak sebegundal jakarta siapa yang tahu kalo akhirnya sambil ngetik tulisan ini aku lagi makan telur yang dikasi sodara. sekarang rumah dengan sofa ungu dan bau pinus di surabaya itu benar-benar jadi hal yang aku kangenin aku inget waktu mbak lagi goreng gorengan buat buka. sofa cokelat di runga tengah yang udah hampir jebol tapi nyaman banget apin yang mesti seliwar-seliwer Allah semoga jalan yang kau pilihkan ini mampu aku jalani sampai akhirnya nanti Kau pindahkan aku ke jalan lain semoga aku bisa kasih yang terbaik dari aku disini

Kamis, 09 Agustus 2012

POSTINGAN SETELAH BADAI BESAR

Malam ini, setelah menghabiskan malam bersama teman semasa SMA saya menyadari begitu banyak hal yang telah berubah dari diri saya. Di bawah kuningnya lampu Mcdonalds yang bersinar, kami selayaknya anak muda yang bebas tanpa terikat tugas asyik bercanda mngarungi malam. Saya tidak sadar, betapa cepat dan banyaknya memori yang sudah berhasil saya kumpulkan bersama mereka. Dari tempat duduk saya, sembari mendengar cerita lucu seorang kawan. Saya putar kembali memori di masa kelas 2 SMA saya, yang kemudian dengan cepat beralih ke masa kelas 3 SMA segalanya bagai film kartun yang selalu ingin saya ulang lagi. Kehangatan yang kami rasakan, malam ini saya menyerapnya banyak banyak. Menyadari makin sempitnya waktu yang tidak memungkinkan malam indah seperti ini terulang lagi. Saya tersenyum, kemudian dari mata saya, saya melihat seorang dokter, dokter gigi, ahli gizi. Bukan lagi anak muda yang memikirkan hal hal sepele, hidup kami tidak lagi semudah teori kimia. Ini adalah awal hidup kami. Berat rasanya melihat perpindahan seperti ini di depan mata saya sendiri. Kalau saya bisa, saya berharap membekukan waktu kemudian menikmati malam ini lebih lama lagi. Diantara hiruk pikuk dan aroma ayam Mcdonalds, kami berbagi cerita. Kemudian saya teringat kembali tentang apa impian-impian mereka sebelum masa ini terjadi. Bagaimana sahabat-sahabat saya ini berjuang begitu keras. Ini hanya awal, tetapi rasanya ini tidak begitu membahagiakan. Menyadari saya harus melangkah maju untuk meninggalkan orang orang yang saya cintai ini. Kemudain melihat mereka maju, waktu bergerak, kami bergerak. Kemudian saya melihat malam dimana kami akan berkumpul bersama lagi seperti ini, dengan salah seorang berjas dokter, dan yang lain datang sembari berkata: “sori, anakku rewel terus” saya memang belum terbiasa dengan keadaan seperti ini, rasanya saya belum cukup dewsa untuk mengalami ini. Tetapi sekali lagi, waktu memaksa kami terus bergerak. Diantara tawa teman teman saya, terselip rasa kebanggaan dan kebahagiaan melihat mereka tersenyum. Membayangkan mereka bergerak menjadi penerus bangsa ini, demikian pula saya. Kepada teman-teman di masa SMA. Perjalanan yang ita lalui bersama selama 2 tahun ini lebih dari berharga. Kalian luar biasa, terimakasih sudah menemani saya di salah satu dari bagian penting hidup saya. Kalian akan selalu ada di hati saya, menyimpan hal hal yang telah kalian ajarkan seperti yang telah saya tulis di papan. Mengingat kelakuan kalian dengan senyum simpul Kawan seperjuangan, saya tahu kalian bukan individu yang akan kalah dengan ombak. Hanya pasti kalian akan lecet. Tetapi saya yakin suatu saat nanti saya, kalian akan bertemu lagi, mungkin di bawah lampu Mcdonalds lagi, dengan pengalaman yang jauh lebih luar biasa. Love xoxo

Minggu, 26 Februari 2012

drama pra kuliahan

semakin kesini semakin mendekati akhir
semua jor-joran buat masuk ke universitas pilihan
perlahan anggaran waktu bermain, membaca, olahraga berkurang
semua bertransformasi menjadi segala sesuatu berbau SNMPTN dan UNAS
segala pola kehidupan menyenangkan diubah perlahan
dulu, ketika waktu lebih banyak untuk kesenangan sekarang lebih baik beroa kalo nggak belajar
ketika tekanan semakin berat, perasaan jadi tambah galau
tidak ada lagi senda gurau di malam hari
yang ada coret-coret pengerjaan soal
ketika pandangan harus semakin diperluas dan strategi dicanangkan
hilangkan pemikiran skeptis
pandanglah ke depan dan mengertilah apa yang kamu
akhir ini adalah akhir yang utama
karena semua masa depan berasal dari pintu di akhir ini
ketika beban berat telah menindihmu terlalu berat
beristirahatlah sejenak, ingat hanya sejenak
karena kereta api waktu tidak menunggu lama
karena masa depanmu hanya kurang selangkah dari ini
jaga tanganmu tetap bergandengan salinglah menyemangati
biarkan semua tenagamu terkuras habis disini, karena nantinya inilah yang membuatmu hidup
jagalah pandanganmu tetap waspada jangan biarkan setan menjeratmu dengan keindahan
karena keindahanmu sesungguhnya akan didapatkan nanti
setelah kamu mengalahkan segala beban dan menggerus semua batu bernama UNAS dan SNMPTN dengan cara sempurna

Sabtu, 21 Januari 2012

seandainya

berawal dari pertanyaan iseng seorang sahabat tentang siapa yang bakal aku pcarin seandainya aku jadi cowok. Seandainya. Pertama, aku emang cuma nganggep itu sebagai imajinasi anak SMA. Tapi sekarang, aku jadi perpikir tetang kerasnya doktrin sebagai anak cowok. Anak cowok dituntut untuk nembak duluan, ngalah sama cewek, gentlemen dan segala hal yang cewek nggak perlu lakukan karena alasan: kan ada cowok. Cewek nggak perlu susah susah ngangkat beban berat kalo ada cowok, cewek ngga perlu bahkan buat mbuka pintu soalnya ada cowok. Tapi, aku lagi nggak mau mbahas soal cewek dan cowok, lagi lagi aku pengen mbahas soal satu hal terumit yang pernah ada, yang sakral tapi eksistensinya jelas. Apalagi kalo bukan cinta. Hari ini aku mbahas cinta tapi dari kacamataku yang berandai-andai jadi cowok. Aku kalo jadi cowok, nggak bakal deh mau nyimpen perasaan sendiri, kalo aku suka sama cewek aku nggak bakal ragu buat deketin dia, aku bakal pdktin dia terus. Tapi kalo sampe semua usahaku ke dia gagal, aku bakalan tetep nyatain perasaanku. Kalo nggak diterima?yang penting aku udah nyatain. Jadi cowok itu menyenangkan, kalo jadi cewek?karena kita nggak bisa atau istilahnya malu ndeketin duluan, nembak dan segala macem yang cowok harus lakukan, kita cewek cuma bisa nunggu, was-was. Bahkan kalo kita duluan yang suka, kita harus mancing si cowok buat ndeketin kita dan apa akhirnya kalo si cowok gak tertarik?kita sakit sendirian.
Kalo aku jadi cowok, dan aku suka sama cewek yang udah punya pacar. Aku nggak bakal ngajak dia selingkuh. Aku bakal tembak secara baik baik dia di depan pacarnya, biar sekalian kebuka. Biar dia tahu dia punya orang lain yang bisa sayang sama dia. Biar dia tahu kalo aku serius dan gentlemen!
Tapi balik lagi, itu semua kan cuma pengandaian haaaah --"
ada berbagai macam jenis cinta di dunia, nggk ada yang bagus dan jelek.
Nggak ada yang bener atau salah. Ya karena emang kayak gitu itu cinta